Tuhan, apakah Engkau di sini?
Apakah Engkau nyata?
Sungguh ada?

Sambil menatap sudut ruangan kamarku,
seringkali pertanyaan-pertanyaan ini terlontar di benakku.
Segenap hatiku mencariNya.
Aku ingin mendengarNya.
Aku ingin mengetahui bahwa IA mendengarku.

Namun tak dapat kuelak.
Tak mampu kupungkiri.
Betapa Ia telah menjadi Penolong Hidupku.
Berbagai kesulitan menerpaku, Ia ada bersamaku.
Banyak hal menimpaku, namun pertolonganNya tepat waktu.
Terima kasih, Tuhanku :)

Di tengah kumpul bersama kawan sambil menikmati suguhan kacang hijau ditambah puding coklat buatan tangan (sebut saja) Sophia, tentu kami barengi dengan obrolan hangat yang mengakrabkan.

Hari itu, seorang kawan lain, (sebut saja) Mona, menyeletuk "100 things to do before you die" sebagai topik pembicaraan. Awalnya tak saya gubris dengan serius hal yang harus saya lakukan sebelum tiada. Namun tak saya sangka, frasa 100 things to do before you die ini terus menempel di pikiran saya.

"Bucket list?"
"Mengapa tidak saya tuliskan?"
"Bukankah mukjizat itu begitu dekat dan nyata?"
"Berapa kali kau bermimpi dan mendoakannya, hingga diizinkanNya terjadi?"
"Let's do it! Pray for it! Go for it!"

Isi otak bercakap-cakap dengan serunya meyakinkan saya.

Teringat satu masa ketika saya baru saja berhasil melewati final interview rekrutmen awak kabin, saya mencari dan menemukan gambar pemandangan yang diambil oleh seorang pramugari di facebook. Saya tidak sama sekali mengenalnya dan saya pun tidak tahu persis dimana lokasi gambar tersebut. Yang saya ketahui, saya sangat ingin mengikuti jejak pramugari tersebut. Dengan iman serta visualisasi, kali itu saya nekat ikut memposting gambar tersebut di dunia maya berharap mimpi ini menjadi nyata.


10 Nopember 2014
Courtesy: G. T. Darmali


Tidak mudah mengekspresikan dan memberitahu Anda, betapa baiknya Tuhan dan luarbiasanya IA, Sang Pemegang Segala Rencana. Momen dimana yang Anda nantikan menjadi kenyataan memunculkan rasa haru yang membuat Anda tak berhenti bersyukur menyaksikan kebesaranNya. Gambar kedua adalah bukti pencapaian oleh karena kuasaNya semata. Dubai begitu indah dengan suhu panasnya yang tidak mengherankan lagi di Timur Tengah.


22 Mei 2015
Courtesy by me

Jika hal ini mungkin dan terjadi pada saya, mengapa tidak bagi Anda?

Mari memulai 100, 1000, bahkan 100,000 hal yang harus kita lakukan sebelum kita tiada.

Hal yang Anda dan saya ingin lakukan tak harus sama dan tak ada yang salah.

Saya menuliskannya di catatan harian saya, bagaimana dengan Anda?

Mari tiada henti berharap kepadaNya :)